Migrasi Terpaksa Masyarakat Korban Bencana: Menelusuri Potret Kelangsungan Hidup Korban Lumpur Lapindo di Desa KedungsoloKecamatan Porong Sidoarjo

Daulay, Pardamean (2019) Migrasi Terpaksa Masyarakat Korban Bencana: Menelusuri Potret Kelangsungan Hidup Korban Lumpur Lapindo di Desa KedungsoloKecamatan Porong Sidoarjo. In: Konferensi Nasional Sosiologi VIII 2019, April 2019, Hotel Polonia Medan.

[img]
Preview
Text
4. Proceding Migrasi Lumpur Lapindo Kongres APSSI 2019.pdf

Download (700kB) | Preview
Official URL: https://talentaconfseries.usu.ac.id › article

Abstract

Migrasi terpaksa (forced migration) untuk tujuan menyelematkan diri dari bahaya bencana belakangan ini jamak terjadi di Indonesia, seperti migrasi yang dilakukan masyarakat korban bencana lumpur lapindo. Bencana lumpur Lapindo, memang tidak merenggut korban jiwa manusia, tetapi secara perlahan-lahan bencana lumpur telah menenggelamkan rumah dan areal persawahan pendduduk, sehingga warga terpaksa pindah ke daerah lain. Artikel ini merupakan sepenggal dari hasil penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan kelangsungan hidup migran terpaksa korban lumpur Lapindo di daerah tujuan. Sesuai dengan tujuan tersebut, pendekatan penelitian yang dianggap paling sesuai adalah pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan secara snowbal. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif yang dimulai sejak peneliti melakukan pengumpulan data dan dilakukan secara mengalir dengan tiga tahapan, yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas korban lumpur Lapindo memilih daerah tujuan yang jaraknya dekat dari daerah asal, pilihan daerah migrasi berdasarkan keputusan anggota keluarga dan memanfaatkan jaringan sosial kekerabatan. Mayoritas korban lumpur lapindo sudah menerima uang ganti rugi tanah dan lahan sawah dari PT. Lapindo, tetapi mereka kesulitan mendapatkan sawah sebagai pengganti asset (modal) sehingga terjadi perubahan pola penghidupan rumahtangga, dimana tidak menggantungkan kehidupan sebagai petani, tetapi beralih pekerjaan di sektor informal, seperti jual makanan, jajanan untuk anak-anak, tukang ojeng, supir becak, dan sebagai pedagang VCD di lokasi wisata danau lumpur Lapindo. Pilihan strategi kelangsungan hidup ini dilakukan atas dasar beberpa faktor, yaitu; (1) penghasilan rumah tangga yang mengalami pengurangan dan tidak adanya jaminan, (2) sulitnya memperoleh pekerjaan di daerah tujuan, (3) permasalahan relokasi dan ganti rugi tanah korban lumpur Lapindo yang belum tuntas, dan (4) kuatnya nilai-nilai kekerabatan dan solidarits sosial diantara korban lumpur Lapindo.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Additional Information (ID): 22/S0057.pdf
Uncontrolled Keywords: livelihood, migrasi terpaksa, bencana lumpur Lapindo
Subjects: 300 Social Science > 360-369 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial)
Divisions: Koleksi Digital > Artikel
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 13 Sep 2022 04:43
Last Modified: 29 Sep 2023 09:08
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/10010

Actions (login required)

View Item View Item