Potensi Ekonomi Daerah dan Peran UMKM dalam Usaha Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Lebak

Susila, Arief Rahman and C.B. Supartomo, (2014) Potensi Ekonomi Daerah dan Peran UMKM dalam Usaha Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Lebak. Project Report. Universitas Terbuka, Tangerang Selatan.

[img]
Preview
Text
2014_278.pdf

Download (997kB) | Preview

Abstract

Pada saat ini baik secara regional ataupun nasional harus menghadapi perubahan internal dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi dengan berbagai masalah yang belum tuntas terpecahkan seperti kemiskinan, pengangguran, rendahnya mutu pelayanan publik dan kesenjangan antardaerah. Salah satu permasalahan yang timbul adalah masalah kemiskinan dan tingkat penyerapan tenaga kerja. Pengembangan ekonomi lokal bukan merupakan hal yang baru, namun demikian konsep pengembangan ekonomi lokal dan teknik impelementasinya terus berkembang. Peranan UMKM dalam perekonomian nasional sangat penting dan strategis. Hal ini didukung oleh beberapa data indikator ekonomi makro UMKM yang cukup dominan dalam perekonomian Indonesia. UMKM merupakan segmen terbesar pelaku ekonomi nasional. Perkembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi Kabupaten Lebak. Pengembangan dan pemberdayaan UMKM memerlukan suatu kajian yang komprehensif agar bisa memberikan informasi dan rekomendasi kebijakan yang tepat bagi para stakeholder dalam mengembangkan UMKM. Kajian ini diperlukan untuk menjawab permasalah-permasalahan (1) Jenis produk dan komoditas UMKM apakah yang potensial dan perlu untuk dikembangkan di Kabupaten Lebak? (2) Bagaimanakah tingkat penyerapan tenaga kerja UMKM di Kabupaten Lebak? (3)Bagaimanakah upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengembangkan jenis UMKM dan produk unggulan tersebut?? Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Deskriptif, dan Analisis SWOT. Hasil dari LQ diketahui bahwa di Kabupaten Lebak terdapat 6 sektor yang merupakan sektor basis, yaitu sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, bangunan, perdagangan hotel dan restoran, keuangan persewaan dan jasa perusahaan, serta jasa, Kemudian penyerapan tenaga kerja sektor dominan berada dalam dalam sektor industri pengolahan. Sedangkan hasil SWOT diketahui bahwa strategi yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan potensi dari sektor industri pengolahan produk holtikultura, memperbaiki kualitas SDM, dan memberikan payung hukum mengenai jenis produk unggulan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Additional Information (ID): 2014_278
Uncontrolled Keywords: UMKM, Permasalahan UMKM, Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Deskriptif, dan Analisis SWOT
Subjects: 300 Social Science > 330-339 Economics (Ilmu Ekonomi) > 338.9 Economic Development and Growth (Perkembangan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi,Pemberdayaan Ekonomi, Usaha Kecil)
Divisions: Thesis,Disertasi & Penelitian > Penelitian
Depositing User: Praba UT
Date Deposited: 08 Nov 2016 06:34
Last Modified: 19 Sep 2018 02:54
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/5869

Actions (login required)

View Item View Item