Pengelolaan Terumbu Karang di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Kepulauan Mentawai

Solihin, Deden (2012) Pengelolaan Terumbu Karang di Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Kepulauan Mentawai. Masters thesis, Universitas Terbuka.

[img]
Preview
Text
40952.pdf

Download (145MB) | Preview

Abstract

Kerusakan terumbu karang disebabkan oleh faktor antropogenik dan faktor alam. Faktor antropogenik tersebut antara lain: penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (bom, tuba, trawl), lemahnya penanganan sampah pemanfaatan hutan bakau, pemanfaatan kayu hutan kepulauan, kurangnya pengertian masyarakat tentang pengelolaan terumbu karang. Faktor alam yang terjadi disebabkan oleh badai dan sedimentasi. Selain itu juga, kerusakan terjadi dikarenakan masih lemahnya pengelolaan terumbu karang di perairan Mentawai (Giyanto &Picasouw 2008). Tujuan dari penelitian ini adalh 1. Menganalisis kualitas perairan di kawasan Konservasi Laut Daerah Kepulauan Mentawai 2. Mengidentifikasi kondisi terumbu karang dan rekomendasi pemanfaatan terumbu karang di kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai 3. Menganalisis kondisi ikan karang di Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai 4. Menyusun strategi pengelolaan terumbu karang di KKLD Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2010. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Rapid Reef Resources Assessment (RRA) dan Line Intercept Trancent (LIT), Sensus Visual (UVC) (English et al., 1994). Hasil penelitian ini di seluruh stasiun yang disesuaikan dengan kategori kondisi terumbu karang berdasarkan tingkat persen penutupan karang keras hidup sesuai dengan pendekatan Gomez dan Yap (1988) adalah sebagai berikut ini. 2 (dua) stasiun pada katedori kondisi baik yaitu stasiun 9 dan stasiun 15 dengan masing-masing 58% dan 73%, sedangkan 6 stasiun pada kondisi sedang (antara 25%-50%) dan kategori kondisi rusak ada 7 stasiun (di bawah 25%). Hasil pendataan ikan karang berdasarkan kelompok dapat diambil perbandingan (ikan Mayor : ikan Target : Ikan Indikator) adalah 39375 : 5594 : 1127 setara dengan 21 : 3 : 1, ini dapat disimpulkan bahwa untuk setiap 25 ikan yang dijumpai di perairan stasiun pengamatan kemungkinan komposisinya 21 individu ikan major, 3 individu ikan target dan 1 individu ikan indikator. Indek konservasi yang menunjukkan keutuhan ekosistem terumbu karang cenderung berada pada kategori sedang dengan nilai C, D, dan E (di bawah 60%) yang berarti kondisi terumbu karang lokasi penelitian di kawasan konservasi laut daerah (KKLD) Kabupaten Kepulauan Mentawai direkomendasikan pada kegiatan rehabilitasi terumbu karang.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information (ID): 40952.pdf
Uncontrolled Keywords: terumbu karang, ikan karang, pengelolaan terumbu karang dalam pemanfaatan dilakukan secara micro berbasis kawasan
Subjects: 600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) > 639.9 Conservation of Biological Resource (Konservasi Sumber-sumber Biologis)
Divisions: Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan
Depositing User: admin upload repo
Date Deposited: 18 Nov 2016 10:30
Last Modified: 18 Nov 2016 10:30
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/6235

Actions (login required)

View Item View Item