Belajar Mandiri dalam Konteks Pendidikan Jarak Jauh : Suatu Usaha untuk Mencari Pola Pendekatan Belajar yang Efektif dalam Menempuh Studi di Universitas Terbuka

Kadarko, Wahyuni (1994) Belajar Mandiri dalam Konteks Pendidikan Jarak Jauh : Suatu Usaha untuk Mencari Pola Pendekatan Belajar yang Efektif dalam Menempuh Studi di Universitas Terbuka. Doctoral thesis, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta.

[img]
Preview
Text
40119.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang kemampuan belajar mandiri para mahasiswa Universitas Terbuka dalam pelaksanaan sistem perkuliahan jarak jauh. Pengukuran meliputi dua aspek, yaitu aspek teknis dan kultural. Aspek teknis bersentral pada segi operasionalisasi metode belajar mandiri ditinjau dari dimensi praktis yaitu merujuk pada orientasi dan strategi dalam mempelajari modul (tertulis). Aspek kultural bersentral pada penghayatan nilai-nilai yang terkandung dari model pendidikan nonkonvensional. Konfirmasi atas aspek kultural ini ditarik dari persepsi mahasiswa terhadap lingkungan akademik nonkonvensional. Penelitian ini telah dilaksanakan terhadap para mahasiswa UT di DKI Jakarta, Ujung Pandang, dan daerah pedesaan di wilayah Kabupaten Bandung dan Yogyakarta (Oktober sampai dengan Desember 1992). Metode penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah sampel yang dianalisis 540. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang dikembangkan dari aspek teknis dan kultural dari belajar mandiri. Faktor-faktor Psikososial sebagai variabel bebas terdiri atas usia, ststus pekerjaan, latar belakang pendidikan, dan status wilayah tempat tinggal. Kemampuan Belajar Mandiri sebagai variabel terikat terdiri (a) pemahaman, (b) reproduksi, (c) prestasi, (d) strategi, dan (e) persepsi tentang lingkungan akademik nonkonvensional ditinjau dari aspek metode pengajaran, standar dan tujuan belajar, beban belajar, relevansi vokasional, metode instruksional, metode belajar, dukungan sumber belajar, dan iklim sosial. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis skor-Z, analisis variansi, uji Student-t, dan uji Kai-kuadrat pada taraf nyata 0,05. Penelitian ini menghasilkan empat kesimpulan, pertama, analisis skor-Z menunjukkan bahwa kemampuan belajar mandiri rata-rata berada di bawah skor baku. Berarti bahwa mahasiswa UT belum mampu melakukan pendekatan belajar yang sesuai dengan kondisi yang berlaku. Keadaan ini merupakan gambaran atas ketidakmampuan menterjemahkan ide sebuah universitas terbuka seperti kemandirian dan sistem belajar jarak jauh. Kedua, analisis variansi menunjukkan bahwa usia, status pekerjaan, dan status wilayah tempat tinggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap Kemampuan Belajar Mandiri (Fhit= 51,93; 103, 06; dan 22,54). Ketiga, analisis antarkelompok variabel dengan UJl Student-t menunjukkan bahwa kelompok >40 tahun, sudah bekerja dan tinggal di wilayah perkotaan mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok <28 tahun yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan tinggal di wilayah pedesaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa UT adalah lebih sesuai bagi kelompok orang dewasa yang mempunyai komitmen dengan tugas atau pekerjaan. Keempat, hasil uji Kai-kuadrat menunjukkan bahwa terdapat interdependensi yang nyata antara beberapa variabel persepsi dengan orientasi belajar, yaitu antara (a) relevansi vokasional dengan pemahaman, (b) beban bacaan dengan reproduksi, dan (c) kejelasan tujuan dan standar belajar dengan prestasi yang ingin dicapai. Berarti bahwa persepsi tentang aspek belajar dari sistem pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka dapat mempengaruhi orientasi belajar. Hasil penelitian tersebut mempunyai arti bahwa kesulitan belajar masih merupakan kendala utama bagi mahasiswa UT. Demikian pula, faktor-faktor psikososial mempunyai peranan yang menentukan atas kualitas proses belajar mandiri. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa belajar mandiri dalam menempuh studi di Universitas Terbuka tidak cukup hanya ditegakkan melalui pendekatan teknis, yaitu teknik penguasaan materi berdasarkan prosedur belajar yang sudah diatur. Dalam kasus UT, di mana kebiasaan membaca, disiplin belajar, dan komunikasi nonverbal belum membudaya, maka hal ini seharusnya diatasi dengan melakukan suatu pendekatan yang lebih serius yaitu yang menyentuh masalah budaya belajar. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat dicapai suatu perubahan perilaku belajar. Basil penelitian memberikan implikasi akan pentingnya peninjauan kembali kebijaksanaan institusional, metode instruksional, dan disain kurikulum yang berlaku. Sebagai lembaga yang membawa misi pemerataan pendidikan serta berpegang pada paradigma 'pendidikan untuk orang dewasa', diusulkan saran-saran berikut: pertama agar UT memberikan bantuan yang nyata bagi kelompok lulusan SMTA agar mampu mengikuti sistem perkuliahan yang berlaku di UT. Karena penerapan metode instruksional yang dirancang berdasarkan asumsi andragogik bagi kelompok yang masih memerlukan penanganan paedagogik secara moral kurang dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, agar UT meninjau kembali metode instruksional untuk maksud mengubah sikap dan perilaku belajar sesuai dengan teknik dan lingkungan belajar sebuah universitas nonkonvensional. Ketiga, agar UT merancang ulang disain kurikulum agar komitmen dan motivasi mahasiswa UT meningkat. Melalui usaha-usaha tersebut, diharapkan UT dapat berperan sebagai wadah pendidikan berlanjut bagi kelompok lulusan SMTA.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information (ID): 40119
Uncontrolled Keywords: Pendidikan jarak jauh, belajar mandiri, Distance education,self study,pendidikan tinggi
Subjects: 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 374.4 Distance Education (Pendidikan Jarak Jauh)
Divisions: Thesis,Disertasi & Penelitian > Disertasi
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 22 Nov 2016 04:15
Last Modified: 24 Oct 2018 06:23
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/6245

Actions (login required)

View Item View Item