Arifin, Muhammad Husni (2017) Internet, Ketimpangan Digital dan Kebijakan Inklusif. In: Transformasi Sosial Menuju Masyarakat Informasi Yang Beretika dan Demokratis. Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, pp. 3-25. ISBN 978-602-392-218-5 (e)
|
Text
fhisip2017-01.pdf - Published Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (232kB) | Preview |
Abstract
Perkembangan pesat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimulai di era 90‐an telah mengubah konstruksi tatanan sosial lama menjadi tatanan sosial baru yang berbasis pengetahuan dan teknologi informasi (Ferro, Dwivedi, Gil‐Garcia, & Williams, 2010). Manuel Castells (1996) menyebut tatanan sosial baru dengan istilah “network society” di mana fungsi dan sistem masyarakat lebih banyak diatur dalam struktur jejaring (network) daripada struktur fisik. Tatanan sosial baru yang berbasis teknologi ini merupakan sebuah “ruang baru” yang bersifat artifisal dan maya atau yang disebut dengan cyberspace. Dengan demikian, teknologi informasi dan komunikasi telah memicu suatu perubahan besar dalam kehidupan masyarakat yang sebelumnya berdasarkan relasi‐relasi alamiah berubah berdasarkan cara baru yang sebagian besar bersifat artifisial (Piliang, 2012).
Item Type: | Book Section |
---|---|
Additional Information (ID): | fhisip2017-01.pdf, Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka |
Uncontrolled Keywords: | Internet, Ketimpangan Digital, Kebijakan Inklusif |
Subjects: | 300 Social Science > 300-309 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303.4 Social Change (Perubahan Sosial) |
Divisions: | Koleksi Digital > Artikel |
Depositing User: | rudi sd |
Date Deposited: | 01 Feb 2018 04:18 |
Last Modified: | 05 Sep 2019 03:54 |
URI: | http://repository.ut.ac.id/id/eprint/7203 |
Actions (login required)
View Item |