Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat

Andriyanto, Bambang (2017) Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Masters thesis, Universitas Terbuka.

[img] Text
43144.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (10MB)

Abstract

Kawasan ekowisata mangrove Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kab. Mamuju merupakan kawasan ekowisata yang sudah berkembang, pengelolaan yang belum optimal dan tidak adanya dukungan kebijakan menyebabkan ekowisata mangrove desa Bebanga belum dikenal masyarakat luas dan pamomya masih kalah dibandingkan dengan wisata bahari lainnya seperti swimming, snorkeling dan diving. Ekowisata merupakan salah satu bentuk pengelolaan yang dapat memberikan kontribusi bagi Iingkungan dan masyarakat sekitar kawasan mangrove. Penelitian ini bertujuan: (1) Mendeskripsikan kondisi existing ekowisata mangrove di Desa Bebanga, Kec. Kalukku, Kab. Mamuju. (2) Mengidentifikasi factor internal dan ekstemal dalam pengembangan ekowisata mangrove di Desa Bebanga, Kec.Kalukku, Kab.Mamuju (3) Merumuskan strategi pengembangan ekowisata mangrove Desa Bebanga sebagai altematif arahan untuk pengembangan potensi kawasan mangrove dan sebagai upaya pelestarian kawasan ekosiste mangrove. Penelitian ini merupakan penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif (mix methods) dengan menggunakan metode wawancara, observasi lapangan, studi pustaka, dan dokumentasi.Kondisi existing ekowisata mangrove Desa Bebanga dinilai melalui criteria standar penilaian obyek dan daya tarik wisata alam. Selain kondisi fisik existing ekowisata mangrove yang diamati , kondisi nonfisik existing ekowisata mangrove Desa Bebanga berupa kondisi masyarakat sekitar dan pengunung juga diamati. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif, dan SWOT. Hasil penelitian (I) Ekowisata mangrove Desa Bebanga berdasarkan kondisi existing dapat dapat dijadikan sebagai salah satu andalan obyek wisata di Propinsi Sulawesi Barat yang dapat mendatangkan w:isatawan baik local, nasional maupun intemasional (2) Dalam pengembangan ekowisata mangrove Desa Bebanga teridentifikasi ada 31 faktor internal berupa kekuatan sebanyak 24 faktor dan kelemahan sebanyak 7 faktor sedangkan factor ekstemal teridentifikasi sebanyak 16 yang terdiri dari 9 factor berupa peluang dan 7 faktor berupa ancaman (3) Strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan ekowisata mangrove Desa Bebanga berdasarkan analisis SWOT antara lain : Legalisasi pengelolaan, Meningkatkan pelayanan dan kenyamanan terhadap pengunjung, Peningkatan SDM Pengelola, Penataan tambak model silvofhisery, Meningkatkan kegiatan promosi, Pengelolaan dan penanganan sampah di sekitar lokasi ekowisata, Menambah luasan hutan wisata dengan penanaman kembali kawasan pantai, Peningkatan kualitas dan rnenambah pilihan paket wisata, Perneliharaan dan perawatan fasilitas ekowisata yang tersedia, Fasilitasi dan pembinaan kelembagaan untuk mengakses pendanaan dan permodalan, Pembuatan MoU dengan pihak pemerintah dan swasta.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information (ID): 43144.pdf
Uncontrolled Keywords: strategi, pengembangan ekowisata, analisis SWOT
Subjects: 300 Social Science > 330-339 Economics (Ilmu Ekonomi) > 333.7 Natural Resources and Energy, Environment (Sumber Daya Alam dan Energi, Lingkungan)
300 Social Science > 350-359 Public Administration and Military Science (Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran)
600 Technology and Applied Sciences > 650-659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan) > 658.401 Planning and Strategic Management (Manajemen Perencanaan dan Manajemen Strategi)
Divisions: Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Ilmu Administrasi Publik
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 15 Apr 2019 09:01
Last Modified: 15 May 2019 02:19
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/8121

Actions (login required)

View Item View Item