Dinamika Perikanan Layur (Trichiurus Lepturus) Di Perairan Cilacap Dan Sekitarnya

Tasmuri, (2018) Dinamika Perikanan Layur (Trichiurus Lepturus) Di Perairan Cilacap Dan Sekitarnya. Masters thesis, Universitas Terbuka.

[img] Text
43545.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Penangkapan ikan di Perairan Cilacap dan sekitarnya sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan telah mengalami banyak perubahan dinamika dari berbagai aspek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dinamika usaha penangkapan ikan layur di Cilacap dari aspek produktivitas alat tangkap (CPUE), mengkaji indeks musim penangkapan (IMP), pemetaan daerah penangkapan ikan (DPI), analisis rugi/laba usaha penangkapan ikan layur dan rumusan strategi pengembangan ikan layur di perairan Cilacap dan sekitarnya dengan metode SWOT. Dari basil penelitian bahwa nilai CPUE selama 5 tahun (2012-2016) nilai CPUE tertinggi diperoleh alat tangkap jaring insang hanyut (TIH) sebesar 0,00089 ton dengan indeks penangkapan (FPI) 1.200.360 trip. Sedangkan CPUE terendah dengan nilai 0,00049 ton dengan fishing power indeks (FPI) 122.244 trip, yang diperoleh alat tangkap payang. Sedangkan dari basil penelitian (November 2017- Januari 2018) ; nilai CPUE tertinggi diperoleh jaring sirang yaitu 18,00 Kg/trip/kapal dengan nilai indeks penangkapan (FPI) sebesar 1.161 trip dan jaring insang dasar (JID) dengan nilai CPUE terendah yaitu 2,51 Kg/trip/kapal dengan nilai indeks penangkapan (FPI) sebesar 171 trip. Indeks musim penangkapan ikan di perairan Cilacap dan sekitarnya berlangsung selama 6 bulan, basil penelitian menunjukkan bahwa nilai 1 M diatas 100 terjadi selama 8 Bulan, artinya ada penambahan musim panen ikan layur 2 bulan. Daerah penangkapan ikan dikelompokkan berdasarkan musim Timur (musim panen ikan) dan Musim Barat (musim paceklik), area penangkapan sekitar Teluk Penyu, Pulau Nusa Kambangan, Perairan Kabupaten Kebumen hingga Kabupaten Purworejo. Dari hasil analisa keuntungan jenis alat tangkap jaring insang hanyut (TIH)/Jaring Sirang mencapai keuntungan rata-rata Rp.1.014.939,2/trip/kapal atau 189% dari biaya operasional rata-rata/trip/kapal. Dari analisis SWOT dihasilkan rumusan pengelolaan dan pengembangan perikanan layur di Cilacap antara lain; mengatur ukuran mesh size jaring dan daerah penangkapan payang tidak terlalu dekat pantai, revitalisasi armada dan alat tangkap JIH dan TID agar mampu menjangkau DPI yang lebih jauh dan tahan cuaca. Perlunya peranan pemerintah mengantisipasi musim paceklik nelayan dengan program padat karya, kemudahan akses permodalan nelayan dan penyediaan sarana penanganan basil tangkapan ikan layur.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information (ID): 43545.pdf
Uncontrolled Keywords: Alat Tangkap, CPUE, IMP, DPI, Keuntungan dan SWOT, fishing gear, Benefits.
Subjects: 500 Natural Science and Mathematics > 590-599 Animals (Ilmu Hewan, Ilmu Binatang) > 597 Cold-Blooded Vertebrates, Pisces, Fish (Vertebrata Berdarah Dingin, Ikan)
600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) > 639.2 Commercial Fishing, Fishery (Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial, Perikanan)
Divisions: Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 16 Apr 2019 04:17
Last Modified: 16 Apr 2019 07:45
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/8223

Actions (login required)

View Item View Item