Search for collections on Universitas Terbuka Repository

tata kelola kolaborasi hexa helix dalam pengelolaan toleransi beragama di kota bogor

Sunardi, (2024) tata kelola kolaborasi hexa helix dalam pengelolaan toleransi beragama di kota bogor. Masters thesis, Universitas Terbuka.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kota Bogor dikenal sebagai penyangga Ibukota Indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras dan golongan, dimana disatu sisi merupakan kekayaan, akan tetapi juga menjadi sumber konflik. Tata kelola kolaborasi dalam pengelolaan toleransi beragama menjadi relevan mengingat kompleksitas faktor yang terlibat membutuhkan kerangka ke1ja yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, media, dan lembaga terkait lainnya, untuk bekerja sama dalam mengelola dan mempromosikan toleransi beragama. Dalam praktiknya, terdapat beberapa tantangan dalam tata kelola kolaboratif pengelolaan toleransi beragama. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis tata kelola kolaboratif hexa helix dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengelolaan toleransi beragama di Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengelolaan toleransi Beragama di Kota Bogor menggunakan kerangka kolaboratif hexa helix, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil (OMS) menunjukkan peran yang sangat kuat, berkontribusi secara signifikan terhadap inisiatif kolaboratif. Media massa juga berperan kuat dalam mendukung penyebaran informasi. Namun, peran badan usaha dan akademisi masih lemah dan perlu ditingkatkan. Komunitas terdampak memiliki peran yang sedang,yang menunjukkan kebutuhan akan dorongan tambahan untuk keterlibatan mereka. Faktor pendukung utama mencakup kepemimpinan yang kuat, birokrasi yang kompeten, serta partisipasi aktif dari masyarakat sipil dan media massa. Sementara itu, faktor penghambat melibatkan keterbatasan dalam keterlibatan badan usaha dan universitas/akademisi, serta hambatan seperti keterlambatan menerjemahkan produk peraturan daerah dalam kebijakan operasional, kurangnya visi dan inovasi kolaboratif dari pemerintah kota dan keterbatasan anggaran. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan toleransi beragama, perlu memperkuat keterlibatan badan usaha, akademisi, dan komunitas terdampak.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tata Kelola Kolaboratif, Hexa Helix, Intoleransi, Civil Society, Resilience
Divisions: Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Ilmu Administrasi Publik
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 02 Oct 2025 07:36
Last Modified: 02 Oct 2025 07:36
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/11295

Actions (login required)

View Item View Item

This repository has been indexed by

BASE OneSearch OpenDOAR RAMA