Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penempatan Sumber Daya Manusia Pada Jabatan Struktural di Instansi Pemerintah

Soekiyono, and Prawirosentono, Soeyadi and Siswantini, Wiwin and Santosa, Agus (2001) Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penempatan Sumber Daya Manusia Pada Jabatan Struktural di Instansi Pemerintah. Project Report. Universitas Terbuka, Jakarta.

[img]
Preview
Text
81140.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penyelenggaraan tugas pemerintah sangat tergantung pada kesempurnaan aparatur negara, khususnya pengawai negeri dalam menjalankan tugasnya. Kesempurnaan tugas di sini menyangkut tentang prestasi kerja, profesionalitas serta mental yang bersih dari KKN. Berdasarkan UU No 43 tahun 1999, pengertian tentang Pegawai Negeri adatah setiap warga ncgara RI yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat olch pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalau suatu jabatan negeri atau diser:thi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Peraturan Pemerintah (PP) No 100 tahun 2000 mengatur tentang Pengangkatan PNS dalam jabatan struktural. Pada pasal 5 dan pasal 6 PP No. 100 tahun 2000 mcngatur persyaratan PNS yang dapat diangkat dalam jabatan struktural. Jika dilihat dari segi yuridis formal, tentang penempatan PNS untuk menduduki jabatan struktural sudah jelas aturannya. Namun kenyataan dilapangan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Tidak jarang tcrjadi terbesit di dalam pikiran para pcjahat yang berwenang menempatkan PNS istilah ''jangan-jangan" dan "pasti", yang hcrarti bahwa unsur usbejektivitas masih dominan. Sedangkan segi kapabilitas dan profesionalitas hclum ditempatkan pada pertimbangan yang menentukan. Dalam penelitian ini, pencliti ingin memotrct keadaan yang schenarnya di lapangan. faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menempatkan PNS untuk mcnduduki jahatan struktural. Dari sejumlah PNS di seluruh Indonesia, pencliti hanya mcngamhil sampcl sejumlah 60 orang untuk dijadikan responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik porposif random sampling, yaitu dengan menentukan lokasi wilayah penelitian, kcmudian menentukan instansi pusat/daerah, kemudian mengambil sampel dengan memilih PNS yang telah menduduki eselon IV, III dan II. Pengambilan data dilakukan serentak dengan mengirim kuesioner kepada respondcn yang terpilih melalui pos. Dari 60 kuesioner yang telah dikirim, sebanyak 40 .rcspondcn yang mengembalikan kuesionernya yang telah diisi. Di samping mengirim kuesioner. Peneliti juga melakukan wawancara secara langsung kepada beberapa responden. Guna memperdalam informasi yang ingin dijaring. Teknik pengolahan data, digunakan program SPSS yang telah diakui oleh banyak pihak tentang keakuratannya. Dari sekian banvak variabel yang dipertimbangkan dalam penempatan PNS untuk menduduki jabatan struktural, peneliti mengclompokkan cmpat variahel yang mcnjadi objek penelitian. yaitu variahel ketcrampilan, variahcl pcngalaman, variabcl kcprihadian dan variabel jender (gender). Temuan data menunjukkan bahwa dari bebcrapa faktor yang masuk dalam variahel keterampilan, faktor krcativitas mcnduduki proscntasc yang tcrbcsar, yaitu 92 .. 5 persen yang menyatakan bahwa kreativitas menjadi pertimbangan yang pertama dalam penempatan pegawai. Sedangkan pendidikan formal hanya menempatan urutan berikutnya, yaitu 87,5 persen yang menyatakan bahwa pendidikan formal mcnjadi pertimbangan penempatan pegawai. Variabel pengalam juga menjadi pertimbangan penempatan pegawai yang cukup signifikan. Yang tennasuk variabel ini adalah Pendidikan berjenjang, namun responden sebagian besar menjawab bahwa variabcl ini bukan menjadi prioritas pertama, tetapi sebagian besar (27 ,5 persen) menjadi prioritas ke tiga. Kcmampuan hcradaptasi juga hanya scbagian kccil yang mcmilih prioritas pcrtama, dan schagian hcsar rcspondcn (55 pcrscn) mcnganggap hahwa variabcl ini mcnjadi prioritas ke tiga. Daftar Urutan Kepangkatan (DUK) merupakan variabcl yang sangat dipertimbangkan dalam penempatan pegawai. Hal ini terlihat dari sebagian hesar responden yang menjadikan variabel ini menjadi prioritas utama. Ilal ini menccrminkan bahwa di lingkungan instansi pemerintah, senioritas merupakan hal yang dt,minan menjadi dasar pertimbangan dalam penempatan pegawai. Variabel kepribadian. Juga menjadi pertimhangan penempatan pegawai. Di antara faktor-faktor komitmen, loyalitas, kejujuran dan disiplin pegawai, yang masuk dalam kelompok variabel keprihadian, responden rata-rata memilih variabel-variabel tersebut menjdai prioritas ke tiga dalam penempatan pegawai. Jadi variabel ini bukan merupakan variabel unggulan dalam pertimbangan penempatan pegawai. Yang paling menonjol adalah pertimbangan profesionalitas pcgawai, yaitu 55 persen responden menjadikan variabcl ini mcnjadi prioritas ke dua dalam penempatan pegawai. Variabel gender, menurut temuan data bukan merupakan hal yang cukup penting dipertimbangkan dalam penempatan pegawai. Sebab mereka menganggap bahwa jenis kelamin laki-laki maupun perempuan mempunyai kapasitas yang sama untuk mcnduduki jabatan struktural di lingkungan instansi pemerintah.

Item Type: Monograph (Project Report)
Additional Information (ID): 02/81140
Uncontrolled Keywords: sumber daya manusia, jabatan struktural
Subjects: 600 Technology and Applied Sciences > 650-659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan) > 658.3 Personnel Management (Manajemen Personalia, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen SDM)
Divisions: Thesis,Disertasi & Penelitian > Penelitian
Depositing User: Praba UT
Date Deposited: 17 Oct 2016 07:59
Last Modified: 25 Jul 2019 07:43
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/2909

Actions (login required)

View Item View Item