Pengaruh Kebiasaan Belajar, Sikap, Kemampuan Dasar Dan Proses Belajar Mengajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Sekolah Menengah Atas di Kota Madya Ujung Pandang

Djaali, (1984) Pengaruh Kebiasaan Belajar, Sikap, Kemampuan Dasar Dan Proses Belajar Mengajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Sekolah Menengah Atas di Kota Madya Ujung Pandang. Doctoral thesis, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

[img]
Preview
Text
40047.pdf

Download (18MB) | Preview

Abstract

Pengaruh Kebiasaan Belajar, Sikap, Kemampuan Dasar, dan Proses Belajar-Mengajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Sekolah Menengah Atas di Kota Penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bersifat korelasional. Masalah yang diselidiki ialah apakah prestasi belajar Matematika di SMA dapat ditentu - kan oleh keenam ubahan bebas utama, baik secara sendiri -sendiri maupun secara bersama-sama, dan apakah ditentukan pula oleh kedua ubahan bebas tambahan. Hipotesis penelitian ada 16, yaitu tujuh hipotesis untuk SMA Jurusan IPA menyatakan bahwa prestasi belajar Matematika pada SMA Jurusan IPA dapat ditentukan oleh keenam ubahan utama, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Tujuh hipotesis untuk SMA Jurusan IPS juga menyatakan bahwa prestasi belajar Matematika pada SMA JurUsan IPS dapat ditentukan oleh keenam ubahan bebas utama, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dua hipotesis lainnya menyatakan bahwa, baik pada SMA Jurusan IPA maupun pada SMA Jurusan IPS, prestasi belajar Matematika dapat pula ditentukan oleh kedua ubahan bebas tambahan. Ubahan yang diselidiki ada sembilan, yaitu satu ubahan terikat, yaitu prestasi belajar matematika, dan delapan ubahan bebas, yang terdiri dari enam ubahan bebas utama, yaitu (1) sikap terhadap pelajaran Matematika, (2) banyaknya waktu yang digunakan untuk belajar matematika, (3) kualitas belajar matematika yang biasa dilakukan, (4) kemampuan berhitung, ( 5) kemampuan berpikir abstrak, dan (6) kecepatan dan ketelitian klerikal, dan dua ubahan bebas tambahan, yaitu (1) kemampuan guru mengelola proses belajar-mengajar matematika di klas, dan (2) suasana dan aktivitas belajar siswa pada saat proses belajar-mengajar Matematika berlangsung di klas. Populasi penelitian ialah siswa-siswa klas II SMA Negeri tahun ajaran 1983/1934 di Kota Madya Ujung Pandang, dan metode pencuplikan yang digunakan ialah stratified proportiqnal cluster random sampling. Pengumpulan data untuk memperoleh skor ubahan-ubahan penelitian dilakukan dengan menggunakan sepuluh perangkat instrumen. Teknik analisis Statistik yang digunakan untuk mengembangkan instrumen ialah analisis diskriminan, analisis reliabilitas Hoyt, analisis reliabilitas kesesuaian observer dari Ebel, dan analisis korelasi, sedang teknik analisis Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis ialah Analisis Regresi Multipel dan Analisis Kovarians. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Pada SMA Jurusan IPA, secara ber- turut-turut prestasi belajar Matematika ditentukan oleh kualitas belajar Matematika yang biasa dilakukan dengan sumbangan efektif 25 96 persen, kemampuan berhitung dengan sumbangan efektif 14 persen, kemampuan berpikir abstrak dengan sumbangan efektif 9,3 persen, banyaknya waktu yang digunakan untuk belajar Hatematika dengan sumbangan efektif 3,2 persen, dan kecepatan dan ketelitian klerikal dengan sumbangan efektif 0,6 persen; (2) Pada SMA Jurusan IPS secara berturut-turut prestasi belajar Matematika ditentukan oleh banyaknya waktu yang digunakan untuk belajar Matematika dengan sumbangan efektif 19,4persen, kualitas belajar Matematika yang biasa dilakukan dengan sumbangan efektif 17,1 persen, sikap terhadap pelajaran Matematika dengan sumbangan efektif 5,5 persen, kemampuan berpikir abstrak dengan sumbangan efektif 4, 7 persen, kemampuan berhitung dengan sumbangan efektif 2,5 persen, dan kecepatan dan ketelitian klerikal dengan surnbangan efektif 2 persen; (3) Baik pada SMA Jurusan IPA maupun IPS, terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika yang sig - nifikan antara kelompok siswa yang kemampuan gurunya tinggi, kemampuan gurunya sedang, dan kemampuan gurunya ren - dah; (4) Baik pacta SMA Jurusan IPA maupun IPS, terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika antara kelompok siswa yang suasana dan aktivitas belajarnya baik, suasana dan aktivitas belajarnya sedang, dan suasana dan aktivi - tas belajarnya tidak baik.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information (ID): 40047.pdf
Uncontrolled Keywords: sekolah menengah atas (SMA),proses belajar-mengajar matematika
Subjects: 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 373.238 Upper Level Secondary School (Sekolah Menengah Atas, SMA)
Divisions: Thesis,Disertasi & Penelitian > Disertasi
Depositing User: CR Cherrie Rachman
Date Deposited: 15 Nov 2016 04:18
Last Modified: 01 Oct 2018 03:02
URI: http://repository.ut.ac.id/id/eprint/6210

Actions (login required)

View Item View Item