Habibi (2024) Analisis dampak serangan orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) terhadap tanaman Acacia sp. Serta upaya penanganannya di hutan tanaman industri PT ‘XX’ Kalimantan Timur. Masters thesis, Universitas Terbuka.
COVER-TAPM_Habibi_530074078.pdf
Download (3MB) | Preview
Abstract
Acacia sp. merupakan jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri pulp dan rayon. Sifat tanaman Acacia sp. yang cepat tumbuh, adaptive atau mudah tumbuh pada kondisi tanah dan lahan yang marginal, dan tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang tinggi serta memiliki riap rata-rata tahunan atau Mean Annual Increment (MAI) mencapai 30 m3/hektar/tahun menjadikan tanaman tersebut banyak dikembangkan dalam program Rutan Tanaman Industri (HTI) di Indonesia. Dalam usaha pengembangan tanaman Acacia sp., terdapat beberapa faktor penghambat untuk mencapai hasil yang optimal dan keberlanjutan usaha hutan tanaman industri, seperti faktor genetika tanaman, faktor tanah atau lahan, faktor bencana alam, dan f aktor dari organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mencakup hama, penyakit, gulma, dan hewan liar dilindungi yaitu Orangutan (Pongo pygmaeus). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan timbulnya serangan Orangutan, dampak serangan Orangutan terhadap besaran intensitas kematian tanaman, dan untuk menentukan skenario kebijakan penanganan dampak intensitas serangan terhadap keberlangsungan usaha hutan tanaman industri dan kehidupan Orangutan. Metode analisis statistik sederhana mengacu pada Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan Departemen Pertanian Republik Indonesia digunakan untuk mengetahui besaran intensitas serangan Orangutan terhadap tanaman Acacia sp., dan analisis dari pendapat lima pakar melalui pendekatan analytic hierarchy process (AHP) untuk menentukan skenario kebijakan penanganan dampak intensitas serangan terhadap keberlangsungan usaha hutan tanaman industri dan kehidupan Orangutan sebagai primata yang dilindungi oleh undang undang. Penelitian ini dilaksanakan di PBPH PT. 'XX" Desa Pengadan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Basil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab serangan meliputi penyempitan lahan hutan, dekatnya tanaman dengan habitat, dan berkurangnya sumber pakan serta belum terbangunnya komitmen yang kuat dari stakeholder akan pentingnya pengelolaan Kawasan konsevasi. Besaran intensitas serangan mencapai 75,83% dan tergolong ke dalam kriteria kerusakan berat. Basil analisis hierarki proses (AHP) terpilih kriteria aspek komitmen stakeholder dan indikator alternatif terpilih yaitu penyediaan, pengelolaan dan pengayaan kawasan konservasi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information (ID): | |
| Uncontrolled Keywords: | Acacia sp., Orangutan, HTI, AHP |
| Subjects: | 300 Social Science > 330-339 Economics (Ilmu Ekonomi) > 333.75 Forest Resources, Jungles (Sumber Daya Hutan) 500 Natural Science and Mathematics > 590-599 Animals (Ilmu Hewan, Ilmu Binatang) > 599.8 Primates (Primata) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Studi Lingkungan |
| Depositing User: | CR Cherrie Rachman |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 08:50 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 08:50 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/11970 |
