Sjajir, Amirullah (2021) Pola Adaptasi Nelayan Terhadap Kebijakan Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Dogol Di Karangantu, Provinsi Banten. Masters thesis, Universitas Terbuka.
Amirullah Sjajir.jpeg
Download (113kB) | Preview
Abstract
Dogol adalah alat tangkap yang banyak digurtakan oleh nelayan yang berbasis di PPN Karangantu. Pada Tahun 2015, penggunaan alat tangkap dogol di larang beroperasi di perairan Indonesia. Akibat adanya aturan tersebut, nelayan
Karangantu tidak dapat menggunakan alat tangkap dogol lagi dan harus berlih ke alat tangkap lain yang lebih ramah lingkungan.
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan pola adaptasi nelayan untuk mengatasi dampak pelarangan alat tangkap dogol, (2) Menentukan jenis alat tangkap ramah lingkungan yang digunakan nelayan sebagai pengganti alat tangkap dogol dan (3) Menganalisis tingkat pendapatan nelayan sebelum dan setelah pelarangan alat tangkap dogol.
Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2017. Data primer dikumpulkan dengan metode purposive sampling dari populasi 10 kapal dogol denganjumlah responden 28 nelayan.Untuk mengetahui pola adaptasi yang dilakukan nelayan, bentuk-bentuk pekerjaan yang dilakukan setelah beralih pekerjaan dari nelayan dogol dikelompokkan berdasarkan bidang pekerjaannya sebagai jenis pola adaptasi. Pola adaptasi yang dominan selanjutnya dilakukan analisis aspek teknis, ekonorni dan sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola adaptasi yang diakukan oleh nelayan Karangantu yaitu : (1) Adaptasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan (2) Adaptasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan, dan (3) Beralih Usaha Non Perikanan. Dari hasil tabulasi data menunjukkan bahwa pola adaptasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan lebih banyak dilakukan oleh nelayan dengan persentase sebesar 71,43 %. Sementara itu, pola adaptasi dengan berganti profesi menjalankan usaha non perikanan memiliki persentase yang sangat rendah. Pola adaptasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dilakukan dengan mengganti alat tangkap dogol dengan bagan apung maupun rajungan. Kedua alat tangkap tersebut sangat berkaitan dengan konstruksi kapal, biaya investasi alat tangkap, biaya operasional dan kemiripan kebiasaan atau pekerjaan saat di laut. Bagi basil ABK nelayan dogol rata-rata Rp. 190.707,-per trip, bagan perahu sebesar Rp. 580.146,-per trip dan jaring rajungan sebesar Rp. 118.297,-per trip.
Perubahan sosial yang terjadi sebagai dampak dari aturan pelarangan dogol antara lain terdapat pada kebiasaan dan perilaku penangkapan, perilaku penggunaan alat tangkap, penyesuaian metode penangkapan, waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga serta peran anggota keluarga
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information (ID): | |
| Uncontrolled Keywords: | Pola Adaptasi, Dogol, Nelayan Karangantu |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan |
| Depositing User: | CR Cherrie Rachman |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:05 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 10:09 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12044 |
