Junwalki (2025) Pengelolaan Hutan Mangrove Secara Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Di Desa Alang-Alang Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Timur. Masters thesis, Universitas Terbuka.
Junwalki.jfif
Download (110kB)
Abstract
Ekosistem mangrove berfungsi sebagai habitat utama dan berhubungan dengan berbagai flora dan hewan. Rumah bagi sejurnlah makhluk air termasuk ikan dan kerang untuk seluruh atau sebagian siklus hidupnya. Ekosistem mangrove memiliki dampak yang signifikan terhadap makhluk hidup di sekitamya karena ekosistem mangrove menyediakan jasa lingkungan yang memberikan keuntungan dari sudut pandang ekologi dan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun perubahan lingkungan pesisir dan laut saat ini bukan hanya disebabkan oleh kejadian alam, namun juga oleh dampak aktivitas manusia di sekitamya. Hilangnya kualitas ekosistem mangrove dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pembangunan, pertumbuhan permukiman dan perdagangan. Desa Alang-Alang merupakan salah satu desa penyangga di kawasan Cagar Alam Hutan Mangrove Pantai Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dimana masyarakatnya tinggaJ di sekitar sungai dan bergantung pada Cagar Alam untuk kebutuhannya. Penduduknya mencari ikan, kepiting, udang, kerang dan madu. Penelitian ini bertujuan untuk meliihat persepsi dan partisipasi masyarakat tentang ekosistem hutan mangrove, hubungan persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap ekologi dan luasan hutan mangrove serta merekomendasikan strategi pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan yang berbasiskan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2024 di Desa Alang-Alang Kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif berupa wawancara, kuesioner, observasi dan analisis dokumen. Sarnpel responden diambil dengan teknik purposive sampling dengan penunjukkan secara sengaja dengan pertimbangan. Luasan dan kerapatan hutan mangrove dilakukan dengan Citra Landsat 8 dan rekomendasi strategi dilakukan dengan analisa SWOT. Masyarakat Desa Alang-Alang memiliki persepsi yang baik dan positif terhadap keberadaan ekosistem hutan mangrove, namun partisipasinya masih bersifat pasif. Persepsi masyarakat yang baik dan partisipasi masyarakat ikut mempengaruhi ekologi mangrove yang baik pula termasuk luasan dan kerapatan mangrove. Berdasarkan hasil analisa SWOT, pengelolaan ekosistem hutan mangrove Desa Alang-Alang terdapat pada kuadran I, dimana strategi yang dapat diterapkan adaJah mendukung strategi agresif atau kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strrategy) dengan memanfaatkan kekuatan serta peluang yang ada
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information (ID): | |
| Uncontrolled Keywords: | Mangrove, SWOT, Desa Alang-Alang |
| Subjects: | 300 Social Science > 330-339 Economics (Ilmu Ekonomi) > 333.9 Other Natural Resources (Sumber Daya Alam Lainnya) 300 Social Science > 330-339 Economics (Ilmu Ekonomi) > 333.954 Wildlife Resources (Sumber Daya Alam Liar) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan |
| Depositing User: | CR Cherrie Rachman |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 09:07 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 09:14 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12131 |
