Ashad, Haendra Kusuma Putra (2025) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Ikan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Di Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Masters thesis, Universitas Terbuka.
Haendra Kusuma Putra Ashad.jfif
Download (111kB)
Abstract
Masa remaja adalah masa transisi dari usia anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan baik dari aspek biologis maupun non biologis. Remaja usia sekolah khususnya SMK membutuhkan asupan gizi yang cukup karena aktivitasnya lebih banyak ke fisik (70% praktek) dengan konsentrasi tinggi. Salah satu asupan gizi yang dapat membantu aktivitas siswa di sekolah adalah ikan. Ikan mengandung protein dan asam lemak cukup tinggi yang berpengaruh pada status gizi dan prestasi belajamya. Konsumsi ikan remaja di Kecamatan Mejayan tergolong rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi ikan: pendapatan orang tua (Xl ), tingkat pendidikan orang tua khususnya ibu (X2), selera (X3), harga ikan (X4), pengetahuan tentang ikan (X5), dan media sosial (X6). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konsumsi ikan, dan bagaimana hubungan tingkat konsumsi ikan terhadap status gizi dan prestasi belajar siswa SMK di Kecamatan Mejayan. Penelitian ini berjenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional study. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner dan wawancara menggunakan kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan Food Recall 24 Jam. Hasil penelitian menunjukkan nilai Adjusted R2 = 0,438. Hasil hipotesis menunjukkan faktor selera (0,00<0,05), harga ikan (0,00<0,05), dan pengetahuan ikan (0,00<0,005) berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi ikan, sedangkan pendapatan orang tua (0,113>0,05), pendidikan ibu (0,459>0,05), dan media sosial (0,801>0,05) tidak berpengaruh signifikan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap status gizi IMT dan prestasi belajar. Namun terdapat hubungan signifikan terhadap status gizi berdasarkan angka kecukupan protein. Uji Spearman menunjukkan kontribusi protein ikan terhadap angka kecukupan protein (AKP) tergolong rendah ditunjukkan dengan nilai Correlatiom Coefficient=0,091 dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap angka kecukupan protein (Sig.2-tailed = 0, 106>0,05).
