HIDAYAH, NURUL (2026) Peran Kelas Belajar Zero Waste Dalam Transformasi Sistemik Dan Aksi Kolektif Untuk Keberlanjutan: Pendekatan Multi-Level Perspective Dan Social Movement Theory. Masters thesis, Universitas Terbuka.
TAPM_NURUL HIDAYAH_501343056_0001 - Salin.pdf
Download (8MB) | Preview
Abstract
Krisis lingkungan yang ditandai oleh peningkatan timbulan sampah, degradasi ekosistem, dan krisis iklim menuntut adanya intervensi berbasis komunitas yang mampu mendorong perubahan perilaku dan transformasi sistemik. Penelitian ini mengkaji peran Kelas Belajar Zero Waste (BZW) sebagai inovasi sosial berbasis komunitas yang berpotensi menjadi katalis perubahan menuju keberlanjutan. Dengan menggunakan pendekatan Multi-Level Perspective (MLP) dan Social Movement Theory (SMT), penelitian ini bertujuan memahami dinamika pembelajaran, pembentukan identitas kolektif, mobilisasi sumber daya, serta bagaimana Kelas BZW berkontribusi pada transisi sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan terdiri dari alumni Kelas BZW dari berbagai wilayah di Indonesia yang mengikuti kelas daring selama 16 minggu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta telaah dokumen digital komunitas dan aktivitas alumni. Analisis dilakukan melalui koding tematik secara bertahap, meliputi open coding, dan selective coding untuk menemukan pola makna dan keterhubungan antar tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelas BZW berfungsi sebagai social niche yang menyediakan ruang aman bagi peserta untuk bereksperimen dengan praktik zero waste, mengembangkan kompetensi ekologis, dan membangun komitmen jangka panjang terhadap gaya hidup minim sampah. Dalam perspektif SMT, Kelas BZW memobilisasi sumber daya digital, jaringan sosial, dan narasi lingkungan yang kuat sehingga mampu menciptakan identitas kolektif berbasis nilai keberlanjutan Identitas ini memfasilitasi lahirnya aksi kolektif, termasuk edukasi publik, replikasi komunitas lokal, advokasi kebijakan, dan pembentukan struktur organisasi alumni seperti Dewan Perwakilan Alumni (DPA). Dalam kerangka MLP, Kelas BZW diposisikan sebagai inovasi niche yang menantang rezim dominan “kumpul-angkut-buang” Tekanan lanskap berupa krisis iklim, isu plastik global, meningkatnya gerakan digital, serta kebijakan nasional persampahan memperkuat peluang bagi niche seperti BZW untuk berkembang dan memengaruhi rezim. Interaksi antar level menunjukkan bahwa pembelajaran sosial, solidaritas komunitas, dan praktik 3AH (Cegah-Pilah-Olah) berpotensi menjadi model transisi sistemik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kelas BZW tidak hanya menciptakan perubahan perilaku individual, tetapi juga memperkuat kapasitas kolektif dalam v mendorong transformasi sosial-ekologis. Rekomendasi mencakup penguatan struktur organisasi alumni, replikasi program BZW di tingkat daerah, integrasi dalam kebijakan pendidikan lingkungan, serta kolaborasi multipihak untuk memperbesar dampak keberlanjutan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Zero Waste, Kelas BZW, Multi-Level Perspective, Social Movement Theory, perubahan sistemik, identitas kolektif, aksi kolektif, transisi keberlanjutan |
| Subjects: | 300 Social Science > 300-309 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) > 303.4 Social Change (Perubahan Sosial) 300 Social Science > 360-369 Social Problems and Services (Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial) > 363.7 Enviromental Problems (Permasalahan Lingkungan) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Studi Lingkungan |
| Depositing User: | Sekolah Pascasarjana UT |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:39 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 07:20 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12851 |
