Search for collections on Universitas Terbuka Repository

Strategi Konservasi Keberlanjutan Ikan Endemik Tempalak Mirah (Betta Burdigala) Pasca Ditetapkan Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Bangka Selatan

FIRDAUS, LUHUNG AMIN (2025) Strategi Konservasi Keberlanjutan Ikan Endemik Tempalak Mirah (Betta Burdigala) Pasca Ditetapkan Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Bangka Selatan. Masters thesis, Universitas Terbuka.

[thumbnail of TAPM_LUHUNG AMIN FIRDAUS_501143087_MMP - Copy.pdf]
Preview
Text
TAPM_LUHUNG AMIN FIRDAUS_501143087_MMP - Copy.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan lebih dari 72% populasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) di Kabupaten Bangka Selatan yang disebabkan oleh degradasi habitat rawa gambut, eksploitasi berlebih, lemahnya penegakan hukum, serta belum optimalnya implementasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) sebagai instrumen perlindungan. Spesies ini memiliki nilai ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang penting, namun keberadannya semakin terancam sehingga diperlukan kajian komprehensif untuk menilai status keberlanjutan dan merumuskan strategi konservasi terpadu. Subjek penelitian ini adalah ikan Betta burdigala beserta ekosistem rawa gambut yang menjadi habitat alaminya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan sumber daya ikan Tempalak Mirah pasca penetapan KIK serta merumuskan strategi konservasi terpadu. Penelitian ini menggunakan men pendekatan mixed-methods dengan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui survei, wawancara terstruktur, kuesioner, serta pengukuran langsung parameter lingkungan (suhu, DO, pH, TDS, dan tutupan vegetasi), sedangkan data sekunder berasal dari dokumen regulasi, literatur ilmiah, dan data statistik. Responden berjumlah 20 orang yang dipilih dengan teknik purposive dan stratified sampling, terdiri dari akademisi, peneliti, dinas terkait, komunitas lokal. pembudidaya dan penjual ikan hias. Analisa data dilakukan dengan metode RAPFISH berbasis Multi-Dimensional Scaling (MDS), dilengkapi dengan analisis Leverage dan Monte Carlo untuk menilai keberlanjutan multidimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan ikan endemik Tempalak Mirah (Beita burdigala) pasca penetapan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata 62,39 berdasarkan analisis RAPFISH berbasis Multi-Dimensional Scaling (MDS). Dari sebelas dimensi yang dianalisis, dimensi sosial (69,84) dan budaya (69,57) memperoleh nilai tertinggi. menandakan adanya partisipasi masyarakat, pengakuan budaya, serta narasi lokal yang memperkuat legitimasi konservasi. Sebaliknya, dimensi ekologi (59,55) dan kesehatan ekosistem (57,17) relatif rendah, mencerminkan tekanan serius akibat degradasi habitat rawa gambut, alih fungsi lahan, serta aktivitas pertambangan timah. Validitas analisis ditunjukkan oleh nilai stress < 25% dan R 0,97, yang menegaskan reliabilitas model. Kesimpulannya, konservasi Betta burdigala pasca penetapan KIK masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek ekologi dan kelembagaan. Strategi yang direkomendasikan mencakup perlindungan habitat rawa gambut, penguatan kelembagaan lokal, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta mekanisme benefit sharing yang adil. Integrasi antara sains, kebijakan, dan kearifan lokal memastikan keberlanjutan menjadi kunci untuk spesies

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Betta burdigala, RAPFISH, keberlanjutan, konservasi
Subjects: 600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) > 639.2 Commercial Fishing, Fishery (Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial, Perikanan)
Divisions: Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan
Depositing User: Sekolah Pascasarjana UT
Date Deposited: 30 Sep 2026 08:32
Last Modified: 01 Oct 2026 04:10
URI: https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12988

Actions (login required)

View Item
View Item

This repository has been indexed by

BASE OneSearch OpenDOAR RAMA