JUANDA, RACHMAT (2025) Parameter Populasi Rajungan Di Duson Tangkolak Kabupaten Karawang. Masters thesis, Universitas Terbuka.
TAPM_RACHMAT JUANDA_530014484_MMP - Copy.pdf
Download (2MB) | Preview
Abstract
Rajungan merupakan komoditas yang bernilai jual tinggi karena memiliki pasar ekspor dan merupakan produk unggulan bagi Kabupaten Karawang. Permintaan pasar yang tinggi mengakibatkan aktivitas penangkapan rajungan menjadi lebih intensif dari tahun ke tahun dan dilakukan tanpa memperhatikan ukuran minimal rajungan dan musim pemijahan sehingga memicu terjadinya overfishing. Keterbatasan data clan informasi ilmiah mengenai status sumber daya rajungan (Portunus pelagicus) di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang, melatarbelakangi urgensi dilakukannya penelitian ini. Studi ini bertujuan untuk mengestimasi parameter populasi kunci, yang mencakup analisis komprehensif terhadap laju pertumbuhan, mortalitas, tingkat eksploitasi, dan pola rekrutmen. Pengumpulan data dilaksanakan pada Januari sampai dengan Mei 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 500 ekor rajungan yang berasal dari tangkapan nelayan dengan menggunakan jaring rajungan dan bubu lipat. Pengukuran parameter biologi rajungan meliputi pengukuran lebar karapas serta bobot rajungan yang tertangkap di perairan Dusun Tangkolak. Analisis parameter populasi menggunakan FISAT II, berdasarkan data yang dikumpulkan melalui metode deskriptif kuantitatif-kualitatif, mengungkap disparitas laju pertumbuhan antara rajungan jantan dan betina. Rajungan jantan menunjukkan koefisien pertumbuhan (K) yang lebih tinggi (0,63/tahun) dibandingkan betina (0,4/tahun), yang menyiratkan bahwa jantan tumbuh lebih cepat. Meskipun demikian, ukuran lebar karapas asimtotik (CWoo) betina (167 mm) teridentifikasi lebih besar daripada jantan (157 mm). Studi ini mengidentifikasi bahwa tekanan penangkapan merupakan faktor mortalitas dominan yang dialami oleh populasi rajungan. Hal ini dibuktikan dengan nilai mortalitas penangkapan (F) Uantan = 3,34/tahun; betina = 2,7/tahun) yang secara signifikan melampaui nilai mortalitas alami (M) Gantan = 0,84/tahun; betina = 0,62/tahun). Akumulasi dari kedua komponen mortalitas ini menghasilkan estimasi mortalitas total (Z) sebesar 4, 18 per tahun untuk jantan dan 3,32 per tahun untuk betina. Terkait dinamika rekrutmen, teridentifikasi adanya variasi temporal antar jenis kelamin. Puncak rekrutmen (peak recruitment) untuk jantan diestimasi terjadi pada bulan Juni, sedangkan betina teridentifikasi mengalami dua puncak rekrutmen dalam setahun, yakni pada bulan Juli dan September. Laju eksploitasi (E) rajungan jantan 0,80 dan betina 0,81, yang menyatakan rajungan jantan dan betina sudah mencapai tingkat ekspoitasi berlebih, yang diakibatkan oleh tingginya aktifitas penangkapan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rajungan, pertumbuhan, mortalitas, eksploitasi, rekrutmen, dusun Tangkolak |
| Subjects: | 600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) > 639.2 Commercial Fishing, Fishery (Penangkapan Ikan untuk Tujuan Komersial, Perikanan) 600 Technology and Applied Sciences > 630-639 Agriculture and Related Technologies (Pertanian dan Teknologi yang Berkaitan) > 639.5 Culture of Crustacean (Peternakan Kepiting, Udang, Lobster) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Manajemen Perikanan |
| Depositing User: | Sekolah Pascasarjana UT |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 01:45 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 06:28 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/13003 |
