MULIATI (2026) Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Statistisi Ahli Muda Di BPS Kabupaten/Kota Seprovinsi Sumatera Utara). Masters thesis, Universitas Terbuka.
COVER DAN DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (3MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepernimpinan transformasional, kepuasan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja Statistisi Ahli Muda di BPS Kabupaten/Kota seProvinsi Sumatera Utara, serta menguji peran motivasi kerja sebagai variabel moderasi pada hubungan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kualitas kinerja aparatur statistik dalarn menduh.'1.mg implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAK.IP) dan pemenuhan target program statistik nasional. Pene]itian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator setiap variabel dan diukur menggunakan skala Likert 5 poin. Responden penelitian adalah Statistisi Ahli Muda yang bekerja di BPS Kabupaten/Kota seProvinsi Sumatera Utara. Analisis data dilakukan dengan teknik Structural Equation ModelingPartial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transfonnasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dan budaya organisasijuga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja terbukti marnpu memoderasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja, namun tidak memoderasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja Statistisi Ahli Muda lebih dipengaruhi oleh aspek internal pegawa~ khususnya kepuasan kerja dan motivasi kerja, dibandingkan faktor kepernimpinan atau budaya organisasi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model kinerja pegawai sektor publik serta memberikan implikasi praktis bagi BPS dalarn merumuskan strategi peningkatan kinerja, khususnya melalui penguatan motivasi kerja, peningkatan kepuasan kerja, dan pengoptimalan peran kepemimpinan transformasiona] di lingkungan BPS Kabupaten/Kota.
