Search for collections on Universitas Terbuka Repository

Kedudukan Sespa Dalam Sistem Pendidikan Nasional Pancasila. Suatu Studi Melalui Sespa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Warnaen, Soewarmi (1983) Kedudukan Sespa Dalam Sistem Pendidikan Nasional Pancasila. Suatu Studi Melalui Sespa Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Doctoral thesis, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta.

[thumbnail of 40050.pdf]
Preview
Text
40050.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (16MB) | Preview

Abstract

1. Negara Republik Indonesia - seperti halnya negera
negara bekas terjajah lainnya yangmulai merdeka sejak akhir Perang Dunia kedua - sejak permulaan kemer
dekaan dihadapkan kepada dua masalah besar, yaitu :
mengatur tata kehidupan pemerintahan baik ke dalam
negeri sendiri maupnn terhadap luar negeri. :Disamping itu harus mengejar ketinggalan, terutama dibidang ilmu pengeathuan dan teknologi.
Dalam rangka inilah hendaknya kita rnemahami segala
usaha pembangunan di negera kita ini.
2. Salah satu bidang yang penting dan perlu dibenahi
adalah administrasi pemerintahan dan pembangunan. Pe
laksana pelaksana administrasi pemerintahan dan pembangunan
adalah Pegawai Negeri.
Dan diantara pelaksana pelaksana pembangunan ini, pe
mirnpin memegang peranan kunci dalam keberhasilan pe -
laksanaan tugas.
Untuk mendapatkan pegawai negeri pelaksana pembangunan
yang berkemampuan, terampil, berdedikasi, bersih
dan wibawa diperlukan pendidikan dan latihan.
3. Maka ditelitilah Undang Undang Pokok Kepegawaian,
Keputusan Presiden dan peraturan peraturan yang mendasari
ada.nya pendidikan dan latihan bagi pegawai negeri.
Khusua bagi pegawai negeri Sipil dibidang administra
si dan management, tanggungjawab pelaksanaan ada pada
ketua Lembaga Administraai Negara, sedang tanggungjawab
pembinaan pendidikan dan latihan aecara menyeluruh ada
pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Peneli tian yang kemudian dilakukan adalah terha -
dap SESPA sebagai lembaga pendidikan regular tertinggi bagi
Pegawai negeri sipil dibidang administrasi dan ma
nagement. Sebagai sampel SESPA Departemen di telusuri
program dan latar ·belakang peserta SESPA Departemen Pen
didikan dan Kebudayaan angkatan I, II, III, IV.
5. Dari hasil penelitian latar belakang pendidikan
dan pengalaman kerja para peserta SESPA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ini timbul pemikiran untuk membe
rikan fungsi lain pada SESPA. Di samping memberikan pen
didikan dan latihan, SESPA dapat dipakai latihan dan di
manfaatkan untuk memikirkan, menilai, mengkaji dan meru
muskan berbagai alternatif pamecahan masalah masalah
yang menyangkut tugas pokok dan fungsi Departemennya.
6.Penelitian lanjut mengungkapkan adanya pendidikan
regular tertinggi lainnya bagi pegawai negeri tingkat
tinggi, sehingga ada :
- SESPA untuk kepemiinpinan dibidang administraai dan ma
nagement.
- Program Doktor untuk kepemimpinan dibidang ilmu penge
tahuan dan teknologi.
- SESKO- ABRI untuk kepemimpinan dibidang pertahanan
keamanan negera.
Karena alumni ketiga lembaga ini bersama sama akan me
megang tampuk kepemimpinan pemerintahan dalam pembangunan,
maka akan sangat efektif bila ketiga pendidikan
ini berada dalam satu strategi, yaitu strategi pembina
an dan pendidikan pemimpinan Pegawai Negeri untuk
pembangunan
6. Pegawai Negeri yang belajar adalah orang dewasa dan
pelajar dewasa mempunyai karakteristik yang berlainan
dari anakdidik. Pelajar dewasa sudah mempunyai konsep
diri tentang kedewasaan, telah berdiri sendiri, telah
terbiasa bertanggungjawab dan menetapkan keputusan sen
diri terhadap berbagai maaalah kehidupan. Ia sudah di-
tempa oleh pengalaman dan pasang surutnya kehidupan.
Ini semuanya menyebabkan pelajar dewasa telah mempu
nyai sikap tertentu waktu mulai memasuki pendidikan
dan latihan.
Karena itu kenyataan ini menuntut cara penyajian
yang lain dalam mengkomunikasikan bahan pengetahuan.
Akan lebih efektif bila pelajar dewasa lebih banyak di
libatkan kedalam kerja kelompok atau tugas perseorangan
seperti seminar, diskusi, laporan tertulis, laporan
lisan, kertas kerja dan lainnya.
7. SESPA adalah suatu institusi pendidikan, yang penting
bagi pembangunan dan yang menjadi tanggungjawab pe
merintah. Oleh karena itu harus tercermin dan terpadu
kedalam sistem pendidikan kita.
Bersumber kepada UUD 1945, GBHN, Repelita I,II,III,
dan bertolak dari Keputusan Presiden no 34/1972 dapat
diciptakan kerangka umum Sistem Pendidikan Nasional
Pancasila, yang terdiri dari tiga subsistem, yaitu sub
Sistem pendidikan umum dan kejuruan yang di tujukan kepada
populasi umum, subsistem pendidikan latihan keahlian dan ke
juruan ditujukan kepada populasi tenaga kerja bukan Pe
gawai Negeri, subsistem pendidikan dan latihan yang di
tujukan keyada populasi pegawai negeri.
Tiap subsistem terbagi laci atas subsistem atau komponen.
Didalam lingkungan subsistem terutama kelihatan mobili
tas vertikal. Tetapi dari komponen tiap subsistem harus ada mobilitas horizontal ke komponen dalarn subsystem lainnya.
Mobilitas Horizontal maupun vertikal hanya dapat
terlaksana. dan terjanin baik bila ada interelasi dan
interdependensi yang saling manunjang demi tercapai tu
juan pokok pandidikan Pancasila, yaitu manusia yang de
ngan sadar dan bartaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa me
ngamalkan segala pengetahuan, kemampuan dan ketrampi -
lannya untuk pembangunan bangsanya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Additional Information (ID): 40050.pdf
Subjects: 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan)
300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 378.598 Higher Education in Indonesia (Pendidikan Tinggi di Indonesia, Perguruan Tinggi di Indonesia)
Divisions: Thesis,Disertasi & Penelitian > Disertasi
Depositing User: admin upload repo
Date Deposited: 23 Jan 2017 07:46
Last Modified: 23 Jan 2017 07:46
URI: https://repository.ut.ac.id/id/eprint/6308

Actions (login required)

View Item
View Item

This repository has been indexed by

BASE OneSearch OpenDOAR RAMA