Temu (2024) Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Ipa Ditinjau Dari Curiosity Siswa Dan Pembelajarannya Dengan Model PJBL Berbantuan E-Modul Materai Pernapasan. Masters thesis, Universitas Terbuka.
content (44).jpg
Download (119kB) | Preview
Abstract
Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa cunos1ty siswa dan kemampuan pemecahan masalah JP A materi pernapasan kelas lima masih rendah. Penerapan model pembelajaran yang belum variatif, masih menggunakan pembelajaran konvensional. Dan masih kurang dalam pemanfaatan media pembelajaran TIK. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan pembelajaran dengan model Project Based Leaming berbantuan E-Modul dapat mencapai pembelajaran berkualitas dan mengidentifikasi penyebab rendahnya kemampuan pemecahan masalah IP A ditinjau dari curiosity siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed methods dengan desain "Exploratory Sequential Design". Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas V SDN 03 Legokkalong, subjek penelitian ini menggunakan teknik "Cluster Sampling". Variabel penelitian meliputi model pembelajaran Project Based Learning berbantuan e-modul, curiosity siswa, dan kemampuan pemecahan masalah IP A materi pemapasan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif, yaitu uji t satu variabel, uji beda, uji N-Gain, dan uji regresi, dan selanjutnya menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan pencapaian pembelajaran berkualitas ditandai: perencanaan valid, pelaksanaan praktis, dan evaluasi efektif. Adapun hasil evaluasi efektif ditunjukkan sebagai berikut: (1) Kemampuan
pemecahan masalah IPA siswa lebih dari nilai KKM yaitu 75 dengan hasil nilai ltiitung = 2,741 (>1,706) dan nilai signifikansi 0,015 (<0,05); (2) Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah IP A sebesar 44,27% setelah pembelajaran dengan model PjBL/project Based Learning berbantuan e-modul ; (3) Ada pengaruh curiosity terhadap kemampuan pemecahan masalah IP A siswa sebesar 84, 7% sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar curiosity siswa maka semakin tinggi kemampuan pemecahan masalah. Hal ini diperkuat dari hasil penelitian kualitatif yang menjelaskan bahwa tingkat curiosity siswa terbagi menjadi tiga kelompok, tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil wawancara diketahui siswa dengan tingkat curiosity tinggi cenderung memiliki tingkat kemampuan pemecahan masalah tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa curiosity berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information (ID): | |
| Uncontrolled Keywords: | Science Problem-Solving Abilities, Curiosity, PJBL And E- Modules kemampuan pemecahan masalah IP A, curiosity, PjBL, dan e-modul |
| Subjects: | 500 Natural Science and Mathematics > 510-519 Mathematics (Matematika) > 515 Analysis, Theory of Functions/Analisis, Teori Fungsi 500 Natural Science and Mathematics > 510-519 Mathematics (Matematika) > 515.2 General Aspects of Analysis/Aspek Umum Analisis |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Pendidikan Dasar |
| Depositing User: | CR Cherrie Rachman |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 02:50 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 02:50 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12405 |
