Rochmawati, Chuzaima Noor (2024) Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Kabupaten Trenggalek. Masters thesis, Universitas Terbuka.
content (17).jpg
Download (125kB) | Preview
Abstract
Media buku cerita bergambar memiliki peranan penting dalam kegiatan literasi budaya. Keterampilan berwacana didukung oleh kemampuan membaca dan berliterasi. Hasil Raport Pendidikan Tahun 2024, menunjukkan kemampuan literasi dengan pencapaian terendah di SD Negeri 1 Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa dalam proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik peserta didik pada jenjang sekolah dasar, khusunya kelas V. Metode penelitian dan pengembangan, menggunakan desain model pengembangan (ADDIE), yaitu: (1) analisis permasalahan dan kebutuhan peserta didik; (2) merancang bahan ajar yang sesuai; (3) pengembangkan produk bahan ajar; (4) mengimplementasikan produk bahan ajar sebagai dasar evaluasi; dan (5) melakukan evaluasi guna perbaikan sehingga produk bahan ajar layak digunakan. Pada tahap pengembangan melibatkan siswa kelas V, dan diksusi kelompok dengan rekan kerja, ahli validator untuk memvalidasi media yang dikembangkan, work.shop, dan seminar. Media yang telah peneliti kembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Selanjutnya diujicobakan kepada kelompok kontrol terdiri dari 7 responden, sedangkan ujicoba kelompok eksperimen terdiri dari 29 responden. Adapun peserta ujicoba kelompok kontrol maupun eksperimen adalah siswa kelas V SDN di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh skor rata-rata 3,53 untuk media, 3,53 untuk materi, dan 3,53 untuk bahasa. Hasil uji coba kelompok kontrol terhadap 7 responden menghasilkan skor rata-rata sebesar 3,90. Hasil uji coba kelompok eksperimen terhadap 29 responden sebesar 3,95. Sedangkan untuk uji coba keefektifan yang dilakukan oleh 3 tahap uji literasi budaya kepada ujicoba peserta didik diperoleh skor 3 sampai 4 dari setiap kriteria angket ukur keaktifan, sehingga media bahan ajar buku cerita yang dikembangkan mampu menumbuhkan keaktifan belajar siswa. Hasil belajar literasi budaya siswa setelah menggunakan media buku cerita bergambar berbasis nilai-nilai kearifan lokal jauh lebih efektif dibanding tanpa menggunakan media tersebut. Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan buku cerita bergambar mencapai 64. Setelah menggunakan media buku cerita bergambar dalarn rentang dua minggu, nilai rata-rata menjadi 80. Respon positif siswa terhadap penggunaan buku cerita bergarnbar mencapai 95%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media buku cerita bergambar berbasis nilai-nilai kearifan lokal terbukti valid dan efektif.
