MARTALINA, MARIA NOVIANA (2026) Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning Terhadap Berpikir Kritis Dan Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar. Masters thesis, Universitas Terbuka.
TAPM_MARIA NOVIANA MARTALINA_501202213_MPDR_0001 - Salin.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Experiential Learning terhadap keterampilan menulis berpikir kritis siswa sekolah dasar, sekaligus menguji hubungan antara kedua variabel tersebut secara empiris. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya menulis dan berpikir kritis siswa yang masih menjadi permasalahan umum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengalami, berefleksi, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Model Experiential Learning, yang menekankan proses belajar melalui pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif, diyakini mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, partisipatif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design, melibatkan siswa kelas IV SD Santa Ursula Jakarta yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan menulis narasi dan tes berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Experiential Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa dengan nilai signifikansi 0,049 (<0,05) dan terhadap berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,042 (<0,05). Selain itu, terdapat korelasi positif yang signifikan antara keterampilan menulis dan berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05) dan Fhitung sebesar 11,404, yang menunjukkan bahwa semakin baik keterampilan menulis siswa, semakin tinggi pula berpikir kritisnya. Dengan demikian, pembelajaran berbasis pengalaman nyata tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa secara akademis, tetapi juga mengembangkan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). kreativitas, serta kemandirian belajar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menerapkan model Experiential Learning sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena model ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Experiential Learning, keterampilan menulis, berpikir kritis, sekolah dasar, Kurikulum Merdeka |
| Subjects: | 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 371.102 Teaching (Pendidikan, Pengajaran) 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 371.36 Project Methods (Metode Pengajaran Tertentu, Metode Pembelajaran Tertentu) 300 Social Science > 370-379 Education (Pendidikan) > 372.623 Writing Skills for Elementary Education (Kemampuan Menulis untuk Pendidikan Dasar) |
| Divisions: | Tugas Akhir Program Magister (TAPM) > Magister Pendidikan Dasar |
| Depositing User: | Sekolah Pascasarjana UT |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:36 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 09:00 |
| URI: | https://repository.ut.ac.id/id/eprint/12920 |
