Susanto, Agus (2023) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Project-Based Learning Berbantuan Autodesk Sketchbook dalam Meningkatkan Metakognisi Siswa Menyelesaikan Masalah Pengubinan Bangun Datar Segi Banyak. Masters thesis, Universitas Terbuka.
content (70).jpg
Download (127kB) | Preview
Abstract
Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan metakognisi siswa. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Berdasarkan hasil observasi, didapatkan data bahwa kemampuan metakognisi siswa pada pelajaran matematika masih rendah.Sehingga siswa mengalami kesulitan mengerjakan soal-soal analisis pemecahan masalah. Salah satu cara untuk memfasilitasi siswa agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran matematika yaitu guru merancang perangkat pembelajaran dengan menggunakan model project-based learning berbantuan Autodesk Sketchbook dalam meningkatkan metakognisi siswa menyelesaikan masalah pengubinan bangun datar segi banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis wujud, proses, hasil serta penerapan pengembangan perangkat pembelajaran projectbased learning berbantuan autodesk sketchbook dalam meningkatkan metakognisi siswa menyelesaikan masalah pengubinan bangun datar segi banyak.Penelitian menggunakan metode R & D dengan model pengembangan Four-D. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), dan soal evaluasi. Sedangkan model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini yaitu project based learning. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas IV SDN Kayen Bandarkedungmulyo Kab. Jombang. Instrumen untuk mengumpulkan data hasil pemerolehan metakognisi siswa dimana data dianalisis dengan melakukan observasi dan menghitung nilai pretest dan post test. Ditinjau dari hasil pretest 56% siswa mencapai KKM sedangkan hasil post test 92% siswa mencapai KKM. Berdasarkan nilai signifikansi dari butir tes kemampuan metakognisi (sebesar 0, 706 dan 0,627) lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data butir tes kemampuan metakognisi yang diuji terdistribusi secara normal. Dari hasil penelitian pada tahap pengembangan maupun pada tahap penyebaran, keduanya menunjukkan peningkatan keterampilan Metakognisi siswa dalam menyelesaikan masalah pengubinan bangun datar segi banyak.
